Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Antara Katanya dan Realita

*#aGentleReminder* Kita terlihat berbeda di mata orang yang berbeda. Karena itu, Islam mengajarkan kita untuk berhati-hati dalam menilai manusia. Sering kali kita mengenal seseorang hanya dari "katanya". Baik berupa cerita, label, ataupun penilaian yang lahir dari satu pengalaman atau satu emosi sesaat. Padahal, apa yang baru sebatas "katanya" tidak layak dijadikan kebenaran mutlak tentang siapa seseorang sebenarnya. Para ulama pun telah mengingatkan, bahwa seseorang baru benar-benar kita kenal ketika kita melihatnya dalam perjalanan (safar), saat berurusan dalam amanah dan harta (muamalah), serta ketika ia diuji oleh tanggung jawab dan keadaan yang sulit. Sebab di situlah akhlak berbicara lebih jujur daripada kata-kata. Walaupun begitu, kenyataannya tidak ada manusia yang pernah kita kenal secara utuh. Yang kita temui hanyalah bagian yang Allah perlihatkan dalam satu pertemuan, satu kondisi, dan satu waktu tertentu. Maka sebelum menghakimi, berhentilah sejenak dan ...

Postingan Terbaru

Mendengar Suara yang Tak Kita Duga

Berani Berpikir Ulang (Belajar dari buku Think Again-Adam Grant)

Saat diri tak tahu bahwa dia tidak tahu

Belajar Tanpa Berpikir

Mental Kepiting: Penyakit Hati Terselubung yang Diam-Diam Menggerogoti Diri

Tafakur di Dunia Kuantum

Ketika Emoji Gagal Menyelamatkan Hati

Sepotong realita

Musafir & Pohon Kurma

Tentang mengajar